Cegah Diare Dengan Agarillus Series

Cegah Diare Dengan Agarillus Series

Berbagi Kebaikan Itu Ibadah

Apa sih DIARE itu?

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam satu hari.

Apa saja tipe DIARE?

Berdasarkan lama diare

  • Diare akut, yautu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari.
  • Diare kronik, yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan kehilangan berat badan atau berat badan tidak bertambah (failure to thrive) selama masa diare tersebut.

Berdasarkan mekanisme patofisiologik

  • Diare sekresi Diare tipe ini disebabkan karena meningkatnya sekresi air dan elekrtolit dari usus, menurunnya absorbs. Ciri khas pada diare ini adalah volume tinja yang banyak.
  • Diare osmotik Diare osmotic adalah diare yang disebabkan karena meningkatnya tekanan osmotik intralumen dari usus halus yang disebabkan oleh obatobat/zat kimia.

Apa saja penyebab DIARE?

Faktor Infeksi internal: infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Meliputi infeksi eksternal sebagai berikut:

  • Infeksi bakteri: Vibrio’ E coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, aeromonas, dan sebagainya.
  • Infeksi virus: Enterovirus (virus ECHO, Coxsacki, Poliomyelitis) Adeno-virus, Rotavirus, astrovirus, dan lain-lain.
  • Infeksi parasit: cacing (Ascaris, Trichuris, Oxcyuris, Strongyloides) protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Trichomonas hominis), jamur (Candida albicans).
  • Infeksi parenteral ialah infeksi di luar alat pencernaan makanan seperti: otitits media akut (OMA), tonsillitis/tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun.

Faktor malabsorbsi

  • Malabsorbsi karbohidrat disakarida (intoleransi laktosa, maltose dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa,dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering (intoleransi laktosa).
  • Malabsorbsi lemak
  • Malabsornsi protein

Faktor makanan, makanan basi, beracun, alergi, terhadap makanan.

Faktor psikologis, rasa takut dan cemas.

Faktor resiko DIARE

Faktor umur: yaitu diare terjadi pada kelompok umur 6-11 bulan pada saat diberikan makanan pendamping ASI. Pola ini menggambarkan kombinasi efek penurunan kadar antibody ibu, kurangnya kekebalan aktif bayi, pengenalan makanan yang mungkin terkontaminasi bakteri tinja.

Faktor musim: variasi pola musim diare dapat terjadi menurut letak geografis. Di Indonesia diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat terjadi sepanjang tahun dengan peningkatan sepanjang musim kemarau, dan diare karena bakteri cenderung meningkat pada musim hujan.

Faktor lingkungan: meliputi kepadatan perumahan, kesediaan sarana air bersih (SAB), pemanfaatan SAB, kualitas air bersih.

Tanda dan gejala DIARE

Tanda dan gejala: gelisah, suhu meningkat, nafsu makan menurun, tinja cair (lendir dan tidak menutup kemungkinan diikuti keluarnya darah, anus lecet, dehidrasi (bila terjadi dehidrasi berat maka volume darah berkurang, nadi cepat dan kecil, denyut jantung cepat, tekanan darah turun, keadaan menurun diakhiri dengan syok), berat badan menurun, turgor kulit menurun, mata dan ubun-ubun cekung, mulut dan kulit menjadi kering.

Komplikasi DIARE

Kehilangan air (dehidrasi) terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare.

Gangguan keseimbangan asam basa (metabolik asidosis). Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria atau anuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler ke dalam cairan intraseluler.

Gangguan gizi. Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat, hal ini disebabkan oleh makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat, walaupun susu diteruskan sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama, makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik.

Pencegahan DIARE

  • Mencuci tangan dengan menggunakan sabun sampai bersih
  • Mengkonsumsi air yang bersih dan sehat atau air yang sudah melalui proses pengolahan. Seperti air yang sudah dimasak terlebih dahulu, proses klorinasi.
  • Pengolahan sampah yang baik dengan cara pengalokasiannya ditempatkan ditempat yang sudah sesuai, supaya makanan anda tidak dicemari oleh serangan (lalat, kecoa, kutu, dll).
  • Membuang proses MCK (Mandi Cuci Kakus) pada tempatnya, sebaiknya anda meggunakan WC/jamban yang bertangki septik atau memiliki septik tank.

Solusi AGARILLUS untuk DIARE

agarillus untuk kolesterol

AGARILLUS HERBAL DRINK : 3 x sehari 1 sloki
MADU TEMULAWAK 3 x sehari 2 sendok makan

Ditulis oleh:
Ibu Apt. MITTA ANINJAYA, S.Farm
Konsultan Kesehatan CV. MUTIARA BERLIAN

Tinggalkan balasan

Konsultasi sekarang
1
Konsultasi sekarang
Halo pelanggan Agarillus. Untuk konsultasi, sebutkan nama, nomor kontak, dan lokasi tempat tinggal anda.