Kanker secara umum dan pengobatannya

Kanker secara umum dan pengobatannya

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya. Kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru merupakan jenis kanker dengan persentase kasus tertinggi. Sementara itu, kanker paru dan kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker.

Lebih dari 30% penyakit kanker dapat dicegah dengan cara mengubah faktor risiko, perilaku dan pola makan penyebab penyakit kanker. Kanker yang diketahui sejak dini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penanganan lebih baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan risiko penyakit kanker sehingga dapat menentukan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini yang tepat.

Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker, sedangkan tumor adalah kondisi dimana pertumbuhan sel tidak normal sehingga membentuk suatu lesi atau dalam banyak kasus, benjolan di tubuh.

Tumor terbagi menjadi dua, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.
Tumor jinak memiliki ciri-ciri, yaitu:

  • Tumbuh secara terbatas
  • Memiliki selubung
  • Tidak menyebar
  • Bila dioperasi dapat di keluarkan secara utuh, sehingga dapat sembuh sempurna.

Tumor ganas memiliki ciri-ciri, yaitu:

  • Dapat menyusup ke jaringan sekitarnya, dan sel kanker dapat ditemukan pada pertumbuhan tumor tersebut.

Faktor resiko penyakit kanker:

  • Faktor Genetik
  • Faktor Karsinogen, di antaranya yaitu zat kimia, radiasi, virus, hormon, dan iritasi kronis
  • Faktor Perilaku/Gaya Hidup, diantaranya yaitu merokok, pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik.

Faktor Risiko Kanker

Tingginya kasus baru kanker dan sekitar 40% dari kematian akibat kanker berkaitan erat dengan faktor risiko kanker yang seharusnya dapat dicegah. Faktor risiko kanker yang terdiri dari faktor risiko perilaku dan pola makan, di antaranya adalah:

  • Indeks massa tubuh tinggi.
  • Kurang konsumsi buah dan sayur.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Penggunaan rokok.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.

Faktor risiko kanker lainnya, adalah akibat paparan:

  • Karsinogen fisik, seperti ultraviolet (UV) dan radiasi ion.
  • Karsinogen kimiawi, seperti benzo(a)pyrene, formalin dan aflatoksin (kontaminan makanan), dan serat contohnya asbes.
  • Karsinogen biologis, seperti infeksi virus, bakteri dan parasit.

Intervensi terhadap faktor risiko kanker tidak hanya bertujuan untuk menurunkan kasus baru kanker, namun juga menurunkan kemungkinan penyakit lainnya yang disebabkan faktor risiko tersebut.

Di antara faktor risiko penting penyakit kanker yang dapat dimodifikasi adalah:

  • Merokok, yang menyebabkan terjadinya sekitar 1,5 juta kematian akibat kanker setiap tahunnya.
  • Kelebihan berat badan, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.
  • Konsumsi alkohol.
  • Penularan human papilloma virus (HPV) melalui hubungan seksual.
  • Polusi udara (di luar maupun di dalam ruangan).
  • Karsinogen di lingkungan kerja.

Faktor risiko terbanyak yang menyebabkan kematian akibat kanker berbeda pada negara-negara di dunia.
Faktor risiko penyebab kematian akibat kanker berbeda pada penduduk di negara berpenghasilan rendah-menengah dan negara berpenghasilan tinggi.
Merokok merupakan faktor risiko terbesar penyebab kematian akibat kanker di dunia, negara berpenghasilan rendah-menengah, maupun negara berpenghasilan tinggi.
Pada penduduk di negara berpenghasilan rendah-menengah, konsumsi alkohol, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta infeksi virus human papilloma (HPV) menyebabkan lebih banyak kematian akibat kanker dibandingkan pada penduduk di negara berpenghasilan tinggi. Namun, merokok serta kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko yang lebih dominan pada penduduk di negara berpenghasilan tinggi.

Kanker pada Anak

Terminologi “Kanker Anak” biasanya digunakan pada diagnosis kanker yang terjadi pada anak sampai usia 18 tahun. Menurut data Union for International Cancer Control (UICC), setiap tahun terdapat sekitar 176.000 anak yang didiagnosis kanker, yang mayoritas berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Meskipun kejadian kanker pada anak di seluruh dunia masih cukup jarang, namun kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian 90.000 anak setiap tahunnya.

Di negara berpenghasilan tinggi, kanker merupakan penyebab kedua terbesar kematian anak umur 5-14 tahun, setelah cedera dan kecelakaan. Jenis penyakit kanker anak cenderung berbeda dengan kanker pada dewasa. Secara umum, sepertiga dari kanker anak adalah leukemia.

Penyakit kanker terbanyak lainnya adalah limfoma dan tumor pada sistem saraf pusat. Beberapa jenis tumor yang terjadi hanya pada anak-anak yaitu neuroblastoma, nephroblastoma, medulloblastoma dan retinoblastoma.
Faktor risiko kanker anak yang dapat diidentifikasi, di antaranya adalah radiasi, faktor genetik, karsinogen kimiawi, dan virus.

Sejumlah kanker pada anak juga terkait dengan konstitusi genetik. Hal ini diperkirakan karena adanya perbedaan kasus baru kanker anak pada etnis berbeda. Kerentanan individu yang diakibatkan oleh faktor genetik juga merupakan salah satu penyebab kanker.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa virus seperti Epstein-Barr, Hepatitis B, Human Herpes dan HIV dapat berkontribusi pula terhadap peningkatan risiko kanker anak. Sebagian besar kanker anak muncul tanpa tanda dan gejala yang spesifik, sehingga dapat menyebabkan lambatnya kanker tersebut terdeteksi.

Di negara berpenghasilan rendah terdapat hambatan untuk melaksanakan deteksi dini yang disebabkan karena kurangnya akses ke pelayanan kesehatan dan fasilitas diagnostik yang masih kurang memadai.
Di negara berpenghasilan tinggi, sekitar 80% anak yang menderita kanker bertahan hidup lima tahun atau lebih setelah didiagnosis kanker.
Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, prognosis pada anak yang didiagnosis kanker jauh lebih rendah. Lambatnya diagnosis kanker, kurang memadainya peralatan dan obat-obatan di rumah sakit, terjadinya komplikasi penyakit lainnya yang mungkin diderita oleh anak tersebut, serta kurangnya pengetahuan terkait kanker pada penyedia layanan kesehatan primer dapat mempengaruhi efektivitas pengobatan kanker.

Leukemia merupakan penyakit dengan kasus baru dan kematian yang cukup tinggi. Kasus baru dan kematian akibat leukemia cenderung meningkat setiap tahunnya. Limfoma, Wilm’s tumor, dan retinoblastoma juga turut berkontribusi terhadap tingginya jumlah kematian akibat kanker pada anak.
Dari semua jenis kanker pada anak, hanya retinoblastoma yang dapat dideteksi sejak dini. Semakin awal kasus retinoblastoma dideteksi, maka semakin baik upaya penanganan yang dapat diberikan, sehingga jumlah kematian akibat retinoblastoma dapat ditekan.

Dukungan terhadap Pasien Kanker

Kanker berpengaruh terhadap kondisi psikologis pasien yang mengalami kondisi tertekan atau distress. Diharapkan dengan memberikan dukungan terhadap pasien kanker anak tersebut akan menambah semangat pasien dalam menjalani perawatan.

agarillus herbal drink

Pengobatan dengan Herbal

Prinsip pengobatan kanker ataupun tumor dengan herbal adalah membuang radikal bebas dalam tubuh, membunuh sel sel kanker dan menormalkan atau menekan pertumbuhan sel tumor.
Herbal yang kita gunakan untuk ini adalah Agarillus Herbal Drink dan Prokan atau Prokanda. Sementara itu sel-sel tubuh yang normal perlu kita kuatkan dan kita lindungi agar tidak terganggu pertumbuhannya dan terlindungi dari penyebaran sel sel kanker. Untuk itu, kita bisa menggunakan Agarillus Drop untuk kondisi tersebut.

Pola makan, kebiasaan hidup sehat, menghilangkan kecemasan pasien dan dukungan keluarga sangat berperan dalam kesembuhan pasien kanker ataupun tumor.

Ditulis oleh:
Ipak Ridmah Rikenawaty M.Si
Konsultan Kesehatan CV. Mutiara Berlian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *