Penularan hepatitis B ? emang bisa ?

Penularan hepatitis B ? emang bisa ?

Berbagi Kebaikan Itu Ibadah

Salam Sehat untuk kita semua. Kali ini kamiakan memberikan informasi tentang penularan Hepatitis B. Penyakit ini bukan virus corona yang sedang gencar – gencarnya terjadi. Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, suatu anggota famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. HepatitisB akut jika perjalanan penyakit kurang dari 6 bulan. Hepatitis B kronis bila penyakit menetap, tidak menyembuh selama lebih dari 6 bulan. Simak artikel ini untuk mencegah penularan Hepatitis B dan jangan lupa untuk share ya 🙂

Penularan Hepatitis B

Cara utama penularan VHB adalah melalui parenteral dan menembus membran mukosa, terutama saat berhubungan seksual. Penanda HBsAg telah diidentifikasi pada hampir setiap cairan tubuh dari orang yang terinfeksi yaitu saliva, air mata, cairan seminal, cairan serebrospinal, asites, dan air susu ibu.

Beberapa cairan tubuh ini (terutama semen dan saliva) telah diketahui infeksius. Jalur penularan infeksi VHB di Indonesia yang terbanyak adalah secara parenteral yaitu secara vertikal (transmisi) maternalneonatal atau horisontal (kontak antar individu yang sangat erat dan lama, seksual, iatrogenik, penggunaan jarum suntik bersama). Virus Hepatitis B dapat dideteksi pada semua sekret dan cairan tubuh manusia, dengan konsentrasi tertinggi pada serum.

Gejala hepatitis akut terbagi dalam 4 tahap yaitu:

  1. Fase Inkubasi
    Merupakan waktu antara masuknya virus dan timbulnya gejala atau ikterus. Fase inkubasiHepatitis B berkisar antara 15-180 hari dengan rata-rata 60-90 hari.
  2. Fase prodromal (pra-ikterik)
    Fasediantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan timbulnya gejala ikterus. Reaksinya singkat ditandai dengan malaise umum, mialgia, artalgia, mudah lelah, gejala saluran napas atas dan anoreksia. Diare atau konstipasi dapat terjadi. Nyeri abdomen biasanya ringan dan menetap di kuadran kanan atas atau epigastrum, kadang diperberat dengan aktivitas akan tetapi jarang menimbulkan kolestitis.
  3. Fase ikterus
    Ikterus muncul setelah 5-10 hari, tetapi dapat juga muncul bersamaan dengan munculnya gejala. Banyak kasus pada fase ikterus tidak terdeteksi. Setelah timbul ikterus jarang terjadi perburukan gejala prodromal, tetapi justru akan terjadi perbaikan klinis yang nyata.
  4. Fase konvalesen (penyembuhan)
    Diawali dengan menghilangnya ikterus dan keluhan lain, tetapi hepatomegali dan abnormalitas fungsi hati tetap ada. Muncul perasaan sudah lebih sehat dan kembalinya nafsu makan.

Perjalanan hepatitis B kronik dibagi menjadi tiga fase penting yaitu :

  1. Fase Imunotoleransi
    Sistem imun tubuh toleren terhadap VHB sehingga konsentrasi virus tinggi dalam darah, tetapi tidak terjadi peradangan hati yang berarti. Virus Hepatitis B berada dalam fase replikatif dengan titer HBsAg yang sangat tinggi.
  2. Fase Imunoaktif (Clearance)
    Sekitar 30% individu persisten dengan VHB akibat terjadinya replikasi virus yang berkepanjangan, terjadi proses nekroinflamasi yang tampak dari kenaikan konsentrasi ALT. Fase clearance menandakan pasien sudah mulai kehilangan toleransi imun terhadap VHB.
  3. Fase Residual
    Tubuh berusaha menghancurkan virus dan menimbulkan pecahnya sel-sel hati yang terinfeksi VHB. Sekitar 70% dari individu tersebut akhirnya dapat menghilangkan sebagian besar partikel virus tanpa ada kerusakan sel hati yang berarti. Fase residual ditandai dengan titer HBsAg rendah, HBeAg yang menjadi negatif dan anti-HBe yang menjadi positif, serta konsentrasi ALT normal.

Komplikasi Hepatitis B

Hepatitis B kronik merupakan penyulit jangka lama pada Hepatitis B akut. Penyakit ini terjadi pada sejumlah kecil penderita Hepatitis B akut. Kebanyakan penderita Hepatitis B kronik tidak pernah mengalami gejala hepatitis B akut yang jelas. Hepatitis fulminan merupakan penyulit yang paling ditakuti karena sebagian besar berlangsung fatal.

Lima puluh persen kasus hepatitis virus fulminan adalah dari tipe B dan banyak diantara kasus hepatitis B akut fulminan terjadi akibat ada koinfeksi dengan hepatitis D atau hepatitis C. Angka kematian lebih dari 80% tetapi penderita hepatitis fulminan yang berhasil hidup biasanya mengalami kesembuhan biokimiawi atau histologik. Sirosis hati merupakan kondisi dimana jaringan hati tergantikan oleh jaringan parut yang terjadi bertahap. Jaringan parut ini semakin lama akan mengubah struktur normal dari hati dan regenerasi sel-sel hati. Maka sel-sel hati akan mengalami kerusakan yang menyebabkan fungsi hati mengalami penurunan bahkan kehilangan fungsinya.

Prognosis Hepatitis B

Virus hepatitis B menyebabkan hepatitis akut dengan pemulihan dan hilangnya virus, hepatitis kronis nonprogresif, penyakit kronis progresif yang berakhir dengan sirosis, hepatitis fulminan dengan nekrosis hati masif, keadaan pembawa asimtomatik, dengan atau tanpa penyakit subklinis progresif. Virus ini juga berperan penting dalam terjadinya karsinoma hepatoselular.

Penatalaksanaan dan pengobatan pada penderita antara lain :

  1. Tirah baring (bedrest)
    Istirahat total di tempat tidur diawal fase penyakit.
  2. Diet.
    Penderita harus mendapat cukup kalori dengan ukuran 30-35 kalori per kilogram berat badan atau sekitar 150-175% dari kebutuhan kalori basal. Makanan yang kaya karbohidrat kompleks yaitu 300-400 gram per hari agar dapat melindungi protein tubuh. Protein atau asam amino diberikan sebanyak 0,75 gram per kilogram berat badan.

Obat yang dikonsumsi

AGARILLUS CELTE
Berfungsi menguatkan fungsi lever dan membantu melawan virus .
AGARILLUS DROP
Meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu menguatkan fungsi organ tubuh termasuk dalam hal ini lever.
MADU TEMULAWAK
Membantu meningkatkan kinerja lever dan meningkatkan daya tahan tubuh.
ALBOOST
Protein yang terkandung dalam Alboost membantu menguatkan lever dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada lever.
PROKAN
Digunakan jika sudah terjadi kerusakan pada lever dalam bentuk sirosis hati ataupun hepatoma atau kanker hati.

Ditulis oleh:
dr. Ipak Ridmah Rikenawaty, M.Si
Konsultan Kesehatan CV. Mutiara Berlian.


Berbagi Kebaikan Itu Ibadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Open chat
Order SEKARANG